Teknik Mancing Berendam di Air Tawar

Jika Anda terbiasa mancing di waduk seperti diwaduk Kedung Ombo, Waduk Bade, Waduk Gajah Mungkur teknik mancing dengan berendam sudah sering Anda lihat, namun untuk Anda yang terbiasa mancing di rawa teknik ini hampir jarang atau tidak pernah Anda temui. Teknik ini juga sudah umum dilakukan di pinggir pantai, untuk Anda yang penasaran dengan teknik mancing berendam terutama di ait tawar dan ingin mencoba berikut ini kami ulas penjelasannya.

Kenapa teknik mancing berendam hanya biasa dilakukan di waduk tentu saja karena alasan kedalaman waduk dan struktur tanah di dasar waduk yang mudah di ketahui. Rawa pada umunya adalah tanah yang memiliki struktur tidak rata, tidak hanya itu tanah endapan dari lumpur yang sudah bertahun-tahun tentu saja akan menyulitkan para pemancing untuk mengetahui kedalaman dari dasar waduk. Berbeda dengan waduk dimana biasanya adalah tanah sawah atau perkebunan yang untuk keperluan tertentu seperti irigasi sehingga berubah fungsi menjadi genangan air. Tanah di dasar waduk pada umumnya lebih solid dan memudahkan pemancing untuk menginjakkan kaki ditanah.

Pada umunya mancing teknik berendam ini menggunakan pelampung dengan umpan lumut, target ikan yang dicari ikan Munjair atau Nila. Namun jika Anda berkunjung di waduk Jatibarang yang ada di kota Semarang jenis umpan yang digunakan tidak hanya lumut, ada juga cacing merah kecil dengan target yang sama yaitu Munjair. 

Pemancing dengan teknik berendam. 

Untuk Anda yang ingin mencoba teknik ini, berikut ini peralatan dan hal penting yang Anda harus ketahui. 
  • Gunakan penutup kepala; bisa menggunakan caping, topi. Berendam di air dengan terik matarhari lagsung mengenai kepala tentu saja bisa mengakibatkan kepala pusing, apalagi jika pada musim puncak kemarau dengan intensitas sinar matahari yang tinggi.
  • Gunakan penutup wajah; jika wajah tidak ingin menjadi gosong, penutup wajah seperti masker mutlak diperlukan, namun jika Anda tidak nyaman dengan penutup wajah abaikan saja
  • Gunakan joran pancing dengan panjang antara 4-6 M, karena joran tidak akan pernah lepas dari tangan sebaiknya pilih joran pancing dari karbon yang memiliki ukuran ringgan.
  • Gunakan Kayu atau Cengkek untuk meletakkan ikan hasil pancingan, jika kondisi sekitar relatif aman, simpan baju bersih di tepi waduk, jangan di bawa pada saat menjeburkan diri ke air, resiko basah akan lebih besar.
  • Pastikan kondisi fisik prima, memancing dengan berdiri berjam-jam tentu saja membutuhkan stamina yang bagus. 
Ilustrasi memancing dengan teknik berendam 

Jika Anda pemula dan tidak mengenal medan sekitar tempat mancing pastikan bertanya terlebih dahulu dengan warga sekitar waduk kedalaman tepian waduk atau hal lain, ini untuk menghindari jika Anda tidak pandai berenang. Sebagai contoh beberapa spot waduk di Kedung Ombo dulunya bekas desa dimana bekas rumah, bekas makam, bekas sumur masih ada dan dalam kondisi yang sama. Sopan santun dan norma tentu saja perlu dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 
Alt/Text Gambar

Post a Comment