Waduk Jatibarang Spot Mancing Air Tawar di Kota Semarang

Pada tanggal 16 Juli 2008 bertempat di Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Unika Soegijapranata, saya mengikuti diskusi rutin "Ruang Rabu" yang pada hari itu bertema Dana Bantuan Jepang dan Persoalan Lingkungan, Kasus Waduk Jatibarang. Dalam diskusi yang di motori oleh Donny Danardono tersebut di hadiri Noriko Shimizu, Direktur Friend of Earth/FoE Jepang (LSM yang bergerak di bidang lingkungan) yang di tunjuk langsung Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebagai pihak yang mendanai pembuatan waduk Jatibarang. 

Hadira pula dalam diskusi tersebut perwakilan dari warga desa yang terkena dampak langsung pembuatan waduk serta beberapa pihiak dari LSM lokal Semarang yang mengkritisi kebijakan pembuatan waduk yang bertujuan untuk mengatasi banjir di kota Semarang khususnya Semarang Barat atau banjir kanal Barat. 

Point penting yang di kritisi oleh LSM Semarang atas pembuatan waduk Jatibarang adalah pembuatan waduk jatibarang akan menimbulkan masalah baru dalam kurun waktu 10-20 tahun kedepan, struktur tanah di sekitar waduk jatibarang berupa tanah lunak sehingga semarang bawah kedepan tidak hanya di aliri air juga akan di aliri lumpur yang tentunya akan menjadi masalah tersendiri. Terlepas dari diskusi dan perdebatan yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut pada akhirnya waduk Jatibarang resmi di fungsikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo dan Mentri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada tanggal 5 Mei 2014.


 Spot memancing di waduk Jatibarang dari desa Siwarak

Waduk Jatibarang pada awalnya adalah aliran sungai besar yang bermuara di laut Semarang, struktur daerah di aliran sungai Jatibarang berupa tebing dengan persawahan yang berada di sisi sungai. Kedalaman waduk bervariasi antara 70 M sampai dengan 150 M dengan lebar sungai berkisar 500 M. Salah satu desa yang ikut terkena dampak pembuatan waduk Jatibarang adalah desa Siwarak. Lokasi desa ini terletak sebelah selatan tengah dari bendungan Jatibarang atau goa Kreo. Untuk menuju lokasi desa Siwarak bisa dilihat di peta dibawah ini.

Peta lokasi Spot memancing dari Goa Kreo (pintu gerbang waduk) ke desa Siwarak
Untuk menuju spot mancing di desa Siwarak, dari Manyaran (utara) setelah pintu gerbang waduk Jatibarang lurus ke arah selatan, setelah melewati perumahan amati sisi kanan jalan sampai di temukan pertigaan pertama seperti pada peta di atas. Dari pertigaan belok kanan, berjarak 20 M ada pertigaan lagi ambil jalur kanan lurus ikuti jalan sampai ketemu perkampungan terakhir.

Dari desa Siwarak menuju lokasi/spot memancing dapat di tempuh dengan menggunaakan kendaraan roda dua, karena jalan menuju spot memancing menurun dan belum sepenuhnya di beton Saya sarankan Anda memarkir kendaraan di rumah warga, hal ini untuk mengantisipasi sulitnya menempuh medan jalanan berlumpur pada musim penghujan, namun jika musim panas kendaraan roda dua bisa menempuh spot memancing tepat di pinggir waduk.

Lokasi spot memancing desa Siwarak memiliki titik-titik spot yang sudah di buat oleh salah seorang warga desa Siwarak sehingga memudahkan para memancing menuju lokasi memancing. Berbagai keperluan memancing juga di sediakan seperti kebutuhan pakan memancing seperti lumut, untuk kebutuhan makan atau minum di sana juga sudah di buka warung yang tutup sore hari. Untuk peta detail menuju spot mancing dari Siwarak silakan lihat pada peta di bawah ini.


Alt/Text Gambar

Post a Comment