Jenis Ikan di Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang yang berada di objek wisata goa Kreo secara resmi di fungsikan pada Hari Air Dunia yaitu pada tanggal 5 Mei 2014 oleh Gubernur Jateng Gajar Pranowo dan Mentri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Meskipun belum genap satu tahun di operasikan namun banyak pemancing yang sudah berdatangan tidak hanya dari Semarang namun juga luar kota Semarang.

Menurut penuturan Juwari salah satu pedagang makanan yang berjualan di pinggir waduk di desa Siwarak para pemancing tidak hanya di dominasi orang semarang, banyak pemancing dari sekitar semarang seperti Ungaran bahkan dari daerah Boyolali, Salatiga sudah banyak yang berdatangan untuk memancing. 

 Waduk Jatibarang dari lokasi mancing desa Siwarak

Waduk Jatibarang seperti waduk dan rawa lainnya memiliki jenis ikan yang relatif sama, berbagai jenis ikan khas air tawar seperti Nila hitam, Mila merah, Lele, ikan Gabus (kutuk), Bawal, dan jenis ikan putihan. Namun yang di sayangkan di waduk Jatibarang juga ada jenis ikan parasit yang di kenal dengan ikan Red devil atau juga dikenal dengan ikan Telavia, jenis ikan ini memang realtif mudah untuk dipancing, bagi pemancing amatir tidak butuh keahlian untuk memancing jenis ikan yang mirip dengan ikan Nila ini namun memiliki ukuran yang relaitif kecil dengan sisik keras. Bagi para pemancing Nila dengan umpan cacing jenis ikan ini akan menjadi pengganggu utama.  

Masih menurut pengakuan Juwari beberapa jenis ikan Nila sudah mencapai ukuran 5 jari orang dewasa dalam dunia memancing istilah ini disingkat denagan limang nyari ( 5 jari ). Beberapa jenis ikan predator seperti Ikan Gabus sudah ada yang mencapai ukuran 50 cm dengan ukuran bisa mencapai 3 kg kata pedagang makanan yang kesehariannya menjual makanan untuk para pemancing di pingiran waduk Jatibarang.

Metode memancing yang saat ini bisa dilakukan di waduk Jatibarang adalah metode casting lempar dengan umpan mainan (Popper, Tm Frogy, Minnow Tm), jenis ikan yang bisa di dapat adalah ikan Gabus (Snakehead Fish). Untuk jenis ikan lain seperti Nila metode umpan yang di gunakan adalah Lumut dengan pancing metode pelampung. Bagi Anda yang tertarik dengan ikan Putihan bisa menggunakan umpan laron atau Pelet. Umumnya jenis pancingan yang di gunakan di waduk atau rawa adalah sama yaitu menggunakan joran yang pada bagian atasnya memiliki fiber. 

Waduk jatibarang secara kontur tanah adalah tanah labil dengan lokasi perbukitan memanjang sepanjang aliran sungai Kreo, dengan dasar waduk sebelumnya yaitu persawahan maka metode memancing lempar ke dasar waduk dapat di lakukan namun harus menunggu tanaman penghalang mati dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun lagi. Anda tertarik mancing di waduk Jatibarang? silahkan ikuti petunjuk lokasi spot mancing di Jatibarang di sini.

Alt/Text Gambar

Post a Comment