Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Jatirejo

Kelurahan Jatirejo terletak di sebelah selatan Kelurahan Siwarak yang masih wilayah spot mancing Waduk Jatibarang Goa Kreo. Desa Jatirejo bisa dibilang spot paling ujung dari waduk Jatibarang karena terdapat muara aliran sungai yang merupakan sumber air diwaduk Jatibarang.

Bila dibandingkan dengan spot mancing kelurahan Siwarak spot mancing di desa Jatirejo lebih luas dan titik spot mulai dari muara sungai, tengah waduk dan tepian waduk. Sayangnya lokasi spot dari tempat jarak dari tempat parkir kendaraan menuju titk -titik spot mancing relatif lebih jauh dengan medan jalan setapak yang menurun, kurang lebih jarak dari tempat parkir ke spot sekitar 600 Meter. 

Untuk menuju spot mancing desa Jatirejo dapat arah utara setelah Goa Kreo atau pintu gerbang waduk Jatibarang lurus ke selatan sejauh kurang lebih 2 Km. tepat perempatan menuju SMP 22 atau sebelum pemancingan Ngrembel ambil jalur kanan lurus saja sejauh kurang lebih 1,5 Km setelah ketemu pertigaan yang ditengahnya ada tong ambil jalur kanan. Selanjutnya lurus setelah masuk kampung ada pertigaan ambil kiri, dari sana ikuti saja papan petunjuk yang bertuliskan lokasi mancing. Jika sampai dipertigaan perkampungan bisa ditanyakan warga kampung. Untuk lebih memudahkan bisa dilihat dipeta dibawah ini.

Peta lokasi spot mancing desa Jatirejo 

Alternatif kedua Anda bisa lewat jalur menuju spot mancing Desa Siwarak. Dari jalan raya Manyaran - Gunung pati silahkan ambil jalur spot ke desa siwarak, pertigaan pertama dari jalan raya manyaran gunug pati ambil kanan, pertigaan pertama lurus saja jika ke kanan adalah jalur menuju desa siwarak. Spot mancing desa Siwarak bisa dilihat artikelnya disini

Dari desa Jatirejo menuju tempat parkir kendaraan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalur menuju tempat parkir adalah jalan tanah, karena seringnya dilalui oleh kendaraan para pemancing pada musim penghujan seperti saat ini kondisi jalan becek dan berlumpur. Bila dibandingkan dengan jalur ke spot mancing desa Siwarak jalur ke spot mancing dari desa Jatirejo lebih enak selain jalan datar meskipun berlumpur tidak terlalu menyulitkan kendaraan bermotor.

Tempat parkir yang sediakan cukup luas dengan keamanan yang baik, sama seperti desa Siwarak untuk bekal mancing sudah disediakan warung makan yang buka hanya sampai jam 17.00. 

Rumah makan dan tempat parkir 

Spot mancing dari desa Jatirejo juga menyediakan umpan lumut, namun sayangnya saya belum bisa menemukan penjual lumut, jika Anda datang dari luar kota bisa membeli lumut ke desa Siwarak, untuk pemesanan bisa langsung menghubungi Bapak Nuri di nomor 089604544495. 

Spot Mancing Nila di Tembalang Kota Semarang

Dulunya spot mancing di Tembalang ini adalah area persawahan dan difungsikan juga untuk daerah resapan air di wilayah Tembalang. Seiring perkembangan Tembalang sebagai daerah kampus ternama yaitu Universitas Diponegoro dan dibangunnya satu universitas baru yaitu Universitas Pandanaran, areal persawahan ini berubah menjadi kubangan dengan kedalaman berkisar 1,5 M dengan area genangan yang semakin mengecil. 

Universitas Diponegoro yang pada tahun sebelum 2011 masih menempati tiga tempat yang berbeda yaitu kampus Pleburan, Kampus tembalang dan kampus Kedokteran di rumah sakit Kariyadi, pada awal tahun 2011 mulai di pindahkan secara bersama terpusat di Tembalang. Perpindahan mahasiswa dari dua tempat membawa dampak besar bagi kecamatan Tembalang atau area sekitar kampus Undip Tembalang; Perumahan, ruko dan kos-kosan mulai tumbuh pesat membawa dampak juga terhadap daerah resapan yang sekarang mulai mengecil menjadi kawasan perumahan dan kos-kosan.


Karena area genangan air ini sudah di miliki oleh pengembang perumahan secara otomatis areal persawahaan sudah berubah fungsi menjadi tanah lapang yang tetap dibiarkan oleh pihak pengembang. Oleh warga sekitar area genangan ini di tanami bibit ikan dengan maksud untuk sarana rekreasi memancing, sekian tahun dibiarkan jumlah ikan semakin lama semakin bertambah, beberapa jenis ikan khas air tawar seperti Munjair, Gabus (kutuk), Lele, Sepat tumbuh dan berkembang biak digenangan seluas kurang lebih 0.5 Hektar ini. 

Jika Anda tertarik mencoba memancing di genangan air Tembalang ini, silahkan ikuti petunjuk yang berada di peta dibawah ini.


Peta yang diberi lingkaran merah adalah lokasi spot mancing. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan dua jalur. Dari arah selatan atau banyu manik setelah jembatan tol Tembalang ambil jalur kiri ke arah kampus Undip atau Unpand, lihat tower besar sebelah kiri jalan, dari tower kurang lebih 50 M sebelah kiri jalan tepat di samping warung mie ada jalan masuk yang tidak diaspal. Sebagai pertanda sebelah kanan jalan ada bengkel las, ikuti saja jalur hingga sampai di tepi spot mancing Tembalang ini.

Dari arah utara setelah kampus Polines arah ke kampus Undip pertigaan besar depan Indomaret ambil jalur kanan (Jl. Sirojudin) ke arah kampus Unpand. Masuk dari kampus Unpand atau lurus ikuti jalur dari arah selatan.




Jika Anda tidak tahan panas, cobalah di spot mancing tepat dibawah tower, untuk menuju lokasi lihat saja tower besar yang berada tepat di pinggir jalan, untuk spot dibawah tower lokasi lebih sempit dan parkir sepeda motor juga sempit, kondisi motor tidak bisa diawasi secara langsung.

Untuk mancing di tembalang ini gunakan teknik mancing dengan umpan lumut atau cacing. Untuk lumut atur jarak antara mata pancing dengan pelambung sepanjang kurang lebih 30-50 Cm. Untuk umpan cacing gunakan teknik lempar ke tengah dengan atau tanpa pelampung. Ukuran ikan rata-rata antara 2-5 Nyari relatif lebih banyak yang 3 nyari, Jika Anda beruntung umpan cacing bisa mendapat ikan kutuk atau ikan lele.

Jalur Kedua Menuju Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Siwarak

Pada artikel kali ini akan saya jelaskan jalur menuju Spot mancing dari desa Siwarak waduk Jatibarang. Artikel ini merupakan artikel lanjutan yang sudah saya bahas sebelumnya, namun saya akan sedikit mengulas bagian pentingnya saja. Desa atau Kelurahan Siwarak adalah desa yang letaknya sebelah selatan dari Waduk Jatibarang (Goa Kreo), Lokasi Spot ini berada di posisi tengah waduk Jatibarang. Lebih jelasnya bisa di cek disini.

Sesuai informasi dari Penjual makanan sekaligus tempat parkir yang berjualan di dekat spot mancing, kedepan spot mancing dari desa siwarak akan dikembangkan menjadi objek wisata, otomatis akses jalan dari kelurahan Siwarak menuju spot mancing akan lebih mudah tidak seperti sekarang dimana jalan berlumpur dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. 

Sesuai dengan judul artikel ini, saya akan menjelaskan jalur menuju spot mancing desa Siwarak namun jalur ini lebih enak, jalan berpaving dan mudah di lalui kendaraan bermotor. Untuk menuju spot mancing desa Siwarak melewati pintu utama waduk Jatibarang. lebih jelasnya lihat di peta dibawah ini.

Jalur menuju Spot mancing desa Siwarak 

Dari pintu gerbang utama waduk Jatibarang yang bersebelahan dengan pintu gerbang Goa Kreo masuk lurus sampai ketemu pintu gerbang kedua ( atau tiket masuk ke waduk) jalur yang ditempuh jalan beraspal. Selanjutnya dari pintu gerbang kedua silahkan belok kiri menempuh jalan tanah lurus mendekati perkebunan, jika sudah ketemu jalan berpaving ambil kanan atau jalan menanjak, ikuti saja jalur tersebut higga sampai diujung jalan paving. Jalur ini hanya bisa dilalui satu kendaraan atau sepeda motor. 

Pintu gerbang pertama menuju waduk Jatibarang

Sampai disini Anda sudah berada dekat di warung makan atau tempat parkir lebih tepatnya berada di tengah perkebunan warga. Untuk menuju tempat parkir sepeda motor silahkan ambil kiri lewati jalan tanah setapak, kurang lebih 20 meter akan ditemui jalan besar yang merupakan jalur dari desa Siwarak, ambil kanan turun kurang lebih 30 Meter Anda akan sampai di warung makan dan tempat parkir.


Pemancing di spot desa Siwarak waduk Jatibarang

keuntungan mancing dari desa siwarak adalah tersedianya umpan lumut dan cacing. Untuk umpan cacing memang tidak disediakan namun oleh penjaga parkir yang merangkap berjualan nasi bisa dicarikan. Untuk membeli lumut silahkan kontak Bapak Nuri di nomor 089604544495. Untuk menanyakan lokasi spot mancing bisa menghubungi Bapak Juwari (pemilki warung) di nomor 089613726013. 

Teknik Mancing Berendam di Air Tawar

Jika Anda terbiasa mancing di waduk seperti diwaduk Kedung Ombo, Waduk Bade, Waduk Gajah Mungkur teknik mancing dengan berendam sudah sering Anda lihat, namun untuk Anda yang terbiasa mancing di rawa teknik ini hampir jarang atau tidak pernah Anda temui. Teknik ini juga sudah umum dilakukan di pinggir pantai, untuk Anda yang penasaran dengan teknik mancing berendam terutama di ait tawar dan ingin mencoba berikut ini kami ulas penjelasannya.

Kenapa teknik mancing berendam hanya biasa dilakukan di waduk tentu saja karena alasan kedalaman waduk dan struktur tanah di dasar waduk yang mudah di ketahui. Rawa pada umunya adalah tanah yang memiliki struktur tidak rata, tidak hanya itu tanah endapan dari lumpur yang sudah bertahun-tahun tentu saja akan menyulitkan para pemancing untuk mengetahui kedalaman dari dasar waduk. Berbeda dengan waduk dimana biasanya adalah tanah sawah atau perkebunan yang untuk keperluan tertentu seperti irigasi sehingga berubah fungsi menjadi genangan air. Tanah di dasar waduk pada umumnya lebih solid dan memudahkan pemancing untuk menginjakkan kaki ditanah.

Pada umunya mancing teknik berendam ini menggunakan pelampung dengan umpan lumut, target ikan yang dicari ikan Munjair atau Nila. Namun jika Anda berkunjung di waduk Jatibarang yang ada di kota Semarang jenis umpan yang digunakan tidak hanya lumut, ada juga cacing merah kecil dengan target yang sama yaitu Munjair. 

Pemancing dengan teknik berendam. 

Untuk Anda yang ingin mencoba teknik ini, berikut ini peralatan dan hal penting yang Anda harus ketahui. 
  • Gunakan penutup kepala; bisa menggunakan caping, topi. Berendam di air dengan terik matarhari lagsung mengenai kepala tentu saja bisa mengakibatkan kepala pusing, apalagi jika pada musim puncak kemarau dengan intensitas sinar matahari yang tinggi.
  • Gunakan penutup wajah; jika wajah tidak ingin menjadi gosong, penutup wajah seperti masker mutlak diperlukan, namun jika Anda tidak nyaman dengan penutup wajah abaikan saja
  • Gunakan joran pancing dengan panjang antara 4-6 M, karena joran tidak akan pernah lepas dari tangan sebaiknya pilih joran pancing dari karbon yang memiliki ukuran ringgan.
  • Gunakan Kayu atau Cengkek untuk meletakkan ikan hasil pancingan, jika kondisi sekitar relatif aman, simpan baju bersih di tepi waduk, jangan di bawa pada saat menjeburkan diri ke air, resiko basah akan lebih besar.
  • Pastikan kondisi fisik prima, memancing dengan berdiri berjam-jam tentu saja membutuhkan stamina yang bagus. 
Ilustrasi memancing dengan teknik berendam 

Jika Anda pemula dan tidak mengenal medan sekitar tempat mancing pastikan bertanya terlebih dahulu dengan warga sekitar waduk kedalaman tepian waduk atau hal lain, ini untuk menghindari jika Anda tidak pandai berenang. Sebagai contoh beberapa spot waduk di Kedung Ombo dulunya bekas desa dimana bekas rumah, bekas makam, bekas sumur masih ada dan dalam kondisi yang sama. Sopan santun dan norma tentu saja perlu dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Presenter Cantik dan Sexy Acara Mata Mancing

Dunia mancing yang identik dengan dunia laki-laki saat ini sedang menjadi acara favorit dibeberapa stasiun televisi, salah satu stasiun televisi yang sudah lama menampilkan acara mancing seperti Trans7 dengan 'Mancing Mania' tetap menghadirkan presenter laki-laki untuk selalu menghadirkan nuansa mancing dimana identik dengan dunia laki-laki. Bersaing dengan 'Mancing Mania' stasiun televis MNC TV menghadirkan beberapa presenter cantik dan seksi untuk menarik penonton yang mayoritas laki-laki dengan acara 'Mata Pancing'.

Meskipun nuansa dan aura mancing tidak begitu terasa dari presenter perempuan hal ini tidak menyurutkan MNC TV untuk tetap menghadirkan presenter perempuan di acara yang tayang tiap hari Sabtu Minggu pagi ini. Beberapa presenter 'Mata Pancing' bergantian dari waktu kewaktu, siapa saja para presenter cantik Mata Pancing berikut kami hadirkan untuk Anda para penggemar acara 'Mata Pancing'.

Jessika Andini 
Presenter cantik berwajah indo ini memiliki darah Indonesia Jerman kelahiran Medan 10 September 1987. Selain menjadi presenter, artis seksi yang menguasai beberapa bahasa asing seperti Jerman, Inggris, Jepang juga seorang Penyanyi yang sempat mengisi acara di 'Sedap Malam' RCTI. Jessica juga tercatat sebagai seorang model disebuah majalah dewasa MALE, bakat model yang dimiliki sudah didapat sejak kecil semenjak kelas 5 sekolah dasar namun dunia model mulai di seriusi semenjak tinggal di kota Yogjakarta.

Jessika Andini di majalah Male 

Jessika Andini  @JessikaAndini


Jessika Andini di acara @pancing_mnctv

Menjadi presenter bukan hal baru bagi perempuan yang hobi main Games ini, selain menjadi presenter Mata Pancing Jessika tercatat pernah menjadi beberapa presenter ‘Jelajah Dunia’ di stasiun TVRI dan ‘Sport High Life’ di Indosiar. 

Jika Anda ingin berkomunikasi dengan Jessika Iskandar dapat mengontak di twitter dengan akun @JessikaAndini, penasaran dengan aksi menyanyi dari perempuan bertato bunga di tangan ini, silahkan lihat videonya di bawah ini.



Tyra Lundy
Tyra memang sudah akrab dengan dunia presenter, tercataa nama nya sering menjadi beberapa presenter stasiun televisi diantaranya 'Field Rep ISL' di ANTV acara sepeda 'Gowes' distasiun televisi yang sama serta 'Mata Pancing' di MNC TV.  

Selain menjadi presenter Tyra juga mejalani profesi lain sebagai foto model, model dan seorang MC. Untuk berkomunikasi dengan Tyra silahkan follow akun twitternya di @TyraLundy.




Kiki Mustika
Nama artis yang satu ini sudah cukup sering di dengar karena selain menjadi presenter, Kiki Mustika juag seorang pemain film 'Unlimited Love' yang tayang di bisokop pada 27 November 2007. Dalam film ini Kiki berperan sebagai seorang jurnalis.

Ibu dari satu anak ini selain menjadi Presenter, pemain film juga seorang pengusaha, berbagai usaha dari minuaman sampai jual beli handphone dijalaninya. Kiki juga tercatat sebagai seorang MC diberbagai acara televisi terutama di MNC TV. Untuk berkomunikasi dengan Kiki bisa mengontak di akun Twitter di @KikiMustika.



Spot Mancing Bendungan Waduk Bade Boyolali

Waduk yang diresmikan oleh Presiden Indonesia kedua, H.M. Soeharto pada tanggal 18 Mei 1991 terletak di Desa Bade Kecamatan Klego Kab. Boyolali. Waduk ini lokasinya berada di sebelah utara Kab Boyolali yang berjarak kuran lebih 50 KM dari pusat kota Boyolali. Untuk mencapai lokasi waduk dari arah Barat bisa dtempuh dengan kendaraan pribadi atau Bus dengan menempuh rute Karanggede Gemolong berjarak kurang lebih 10 KM dari Kec. Karanggedhe dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit. Dari jalur Timur setelah pertigaan perlintasan rel Kereta Api desa Gemolong berjarak kurang lebih 15 KM.

Waduk Bade dibuat untuk menampung debit air untuk keperluan irigasi pada saat musim kemarau. Luas wilayah waduk menccapai 97,5 hektar dengan luas genangan air mencapai 68,5 hektar. Pada saat musim puncak hujan volume air yang dapat ditampung waduk Bade mencapai 2,7 juta meter kubik dengan ketinggian air mencapai 8 M. Karena waduk ini hanya menampung air hujan pada saat mencapai musim kemarau debit air pernah hanya tersisa 10% saja dengan ketinggian air hanya mencapai 1,5 meter. 

Spot mancing bendungan Waduk Bade                             

Untuk mencapai spot mancing di waduk Bade bisa dilihat di artikel sebelumnya atau lihat disini. Untuk memudahkan memahami spot di Waduk Bade saya akan membagi Spot kedalam tiga bagian yang saya gambarkan dalam peta seperti pada gambar dibawah ini.

Waduk Bade dilihat dari google Maps 

Untuk titik Spot A dari jalan raya Kranggedhe - Gemolong masuk kurang lebih bverjarak 10 M, pertigaan pertama ambil jalur kanan atau arah ke pemakaman umum, sampai di pintu masuk makam silahkan ambil jalur kiri atau mendekati pinggir waduk. Jika pada puncak musim puncak penghujan debit air penuh maka air akan sampai di pinggir tepat di bawah pepohonan, spot ini sangat cocok karena selain teduh juga tidak perlu repot jalan kaki. Dari spot ini Anda dapat menggunakan teknik mancing dengan pelampung dengan umpan lumut

Lokasi spot B adalah sepajang pinggir waduk membentang dari utara hingga selatan, karena lokasi Bendungan maka kontur tanahnya sedikit miring dengan kedalaman puncak mencapai 8 M, untuk menuju spot mancing titik B dikenakan tarif biaya masuk sebesar Rp. 2000. Karena struktur tanah dibawah Bendungan sudah rata tanpa penghalang tanaman spot bendungan cocok untuk teknik lempar dasaran dengan umpan cacing, namun sayangnya teknik ini sering terhalang oleh banyaknya warga sekitar waduk Bade yang menggunakan jala untuk menagkap ikan dan udang. Sebelum menggunakan teknik lempar dasaran ada baiknya melihat terlebih dahulu apakah ada jaring.

Spot Bendungan waduk Bade


Warung makan dan tempat parkir Waduk Bade

Jika Anda ingin mencoba mancing di tengah bisa menyewa perahu, ongkos sewa dahulu sekitar Rp. 10.000 ( harga tahun 2006), di spot mancing B memang sengaja diperuntukkan untuk objek wisata sehingga fasilitas pendukung untuk rekreasi seperti Warung makan arau minum banyak dijumpai di sana. Untuk kenyamanan pemancing sepeda motor dapat di parkir tepat di atas pemancing sehingga motor mudah dilihat, jika Anda menggunakan kendaraan roda empat silahkan parkir di dekat warung makan disana disediakan parkir yang luas, kendaraan roda empat tidak bisa masuk lokasi bendungan.

Lokasi Spot C hampir sama dengan spot A, bedanya lokasi spot ini cukup lebar, teknik mancing dengan lempar dasar mendukung untuk di coba di sport ini, atau jika Anda ingin mencoba mancing kutuk dengan banyak joran pancing bisa di coba di spot C ini. 

Spot Mancing Waduk Bade Boyolali

Secara pribadi Saya memiliki kenangan tersendiri dengan waduk Bade, untuk pertama kali Saya memiliki hobi memancing dengan taraf "Gila" hampir bisa dipastikan dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali mancing di sana. Semua pemancing tentu sepakat mancing adalah "candu", di waduk Bade inilah untuk pertama kali Saya bisa merasakan sensasi memancing yang membuat ketagihan hingga sekarang.

Mancing bagi Saya bukan hal yang baru, waktu masih duduk dibangku SD hingga menginjak SMP mancing adalah bobi yang sudah biasa saya lakukan terutama pada hari libur. Saat bulan puasa intensitas memancing biasanya lebih sering bila dibandingkan dengan hari-hari biasa untuk mengisi waktu menunggu buka puasa. Biasanya lokasi mancing hanya di sungai tidak jauh dari tempat tinggal saya di Salatiga, jenis ikan yang didapat umumnya sama dengan sungai kecil di desa desa lainnya di jawa; ikan putihan atau yang di jawa lebih dikenal dengan ikan Wader atau Keprek atau Cethol, ikan Lele, Tawes, Udang hingga Gabus Kecil.

Waduk Bade dari spot Bendungan

Bila dibandingkan dengan mancing di sungai, mancing di waduk Bade tentu saja berbeda dari jenis ikan terutama ukuran dan sensasi mancing yang dirasakan, mancing di waduk Bade juga sekaligus untuk refreshing setelah enam hari menjalani kuliah di kota Semarang. 

Dari tempat tinggal saya di Salatiga waduk Bade berjarak kurang lebih 30 KM, lokasi waduk berada di desa kecamatan Klego yang masuk wilayah Kab. Boyolali sekitar 5 Km dari Karang gedhe. Bila dibandingkan dengan Kota Boyolali jarak antara waduk Bade dengan tempat tinggal saya relatif lebih dekat karena waduk ini berada di perbatasan utara dengan Kab, Semarang. Jarak waduk Bade dengan kota Boyolali sejauh hampir 50 KM.

Jarak waduk Bade dari kota Salatiga

Jarak waduk Bade dari kota Boyolali

Jenis ikan yang ada diwaduk Bade hampir sama dengan waduk lainnya di Jawa, yang utama atau menjadi buruan para pemancing adalah ikan Munjair / Nila, ikan Kutuk, ikan karper. Khusus di waduk Bade memang jarang ditemui ikan predator seperti bawal.

Perahu Sewa di waduk Bade

Untuk Spot mancing diwaduk Bade ada 3 titik, namun pada tulisan ini akan saya bahas dua saja yang nerupakan titik spot favorit para pemancing. Spot pertama ada di Bendungan, sementara untuk yang kedua sebelum bendungan. Untuk memancing di Bade sudah disediakan perahu dengan perlengkapan yang memadahi sehingga terhindar darti terik panas dan hujan. Untuk kedua sport mancing ikan diwaduk Bade akan saya bahas pada artikel berikutnya.