Trik Mancing di Waduk Jatibarang (Bagian 2)

Pada umumnya fungsi waduk adalah untuk menampung air yang digunakan untuk irigasi, namun berbeda dengan waduk Jatibarang atau juga di kenal dengan Waduk Goa Kreo. Fungsi utama waduk ini adalah untuk mencegah banjir di wilayah Semarang bawah (Banjir kanal barat) yang biasanya terjadi setiap 5 tahun sekali. 

Karena tidak digunakan untuk keperluan irigasi volume air waduk ini selalu tetap pada saat musim kemarau. Pada musim penghujan saat volume air naik cenderung tidak lama, biasanya akan bertahan selama 2 hari saja. Jika di hitung dari volume air penuh maka waduk ini resmi beroperasi kurang lebih 2 tahunan. 

Waduk Jatibarang memiliki luas relatif kecil, karena fungsi utamanya adalah untuk mencegah banjir maka fungsi lain dari waduk ini adalah untuk rekreasi. Ada banyak sarana rekreasi air di waduk ini salah satunya adalah speed boat. Khusus untuk penghobi memancing cukup di manjakan dengan aturan ketat di waduk ini yaitu tidak diperbolehkan menjala, menyetrum, meracun sehingga habitat ikan akan tetap terjadi. Sayang nya di waduk ini masih ada aktifitas mancing dengan teknik jala. 

Berbagai jenis ikan air tawar ada di waduk ini seperti Nila, Graskap, Gabus (Kutuk), Ikan Putihan (Bader, Sreteng), Melem, Bandeng, Kakap Putih, Bawal, Patin dan Udang Galah. Ikan asli atau habitat awal sebelum jadi waduk adalah ikan lele, Bader sehingga dari sisi ukuran sudah bisa di pastikan sudah ada yang lebih dari 3 Kg. 

Dari berbagai jenis ikan yang ada di waduk Jatibarang yang masuk kategori sulit untuk di pancing adalah Kakap Putih, Bawal, Patin. Kakap Putih sampai saat ini belum ada yang berhasil memancing dari sisi bisa di pastikan ukuran ikan ini sudah bisa mencapai lebih dari 5 Kg.

Rekor tertinggi yang pernah penulis lihat untuk ukuran lele yang berhasil di pancing sudah ada yang mencapai ukuran lebih dari 3 Kg, sama dengan ikan Patin, Graskap dan Gabus juga sudah ada yang lebih dari 3 kg. 

Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba sport mancing di waduk Jatibarang berikut ini Kami berikan tips atau teknik mancing dengan berbagai variasi umpan.

Umpan Lumut.
Teknik ini umumnya sudah banyak di pahami. Ada 2 jenis teknik mancing dengan lumut. Bagi orang di wilayah selatan (Karesidenan Solo) di kenal dengan teknik ngobok / Mancing sambil berendam di air dan satu lagi mancing dengan perahu atau di pinggir waduk. 

Jika Anda ingin mancing dengan umpan lumut ini bisa memilih spot dimana saja. Anda tidak perlu khawatir spot mana saja yang potensial karena di waduk jatibarnag disediakan penyewaan perahu yang bisa di tanyakan spot mana saja yang biasa digunakan untuk memancing dengan umpan lumut.

Ada 2 lokasi penyewaan perahu yaitu Dermaga dan Pak Juwari. Lokasi ini juga cukup dekat. Jika Anda butuh perahu mesin silakan ke dermaga, jika butuh perahu sampan bisa memilih ke Pak Juwari. Lokasi detail dari kedua persewaan akan saya berikan di Maps.


Persewaan Perahun (Dermaga)

Pak Juwari (perahu sampan)

Spot lokasi untuk mancing lumut di pinggiran waduk bisa dilakukan di mana saja. Saya merekomendasikan di sektiar lokasi tempat Pak Juwari (Warung Makan Pemancingan) karena di lokasi ini relatif aman dari pemancing jaring. Selain itu di sini untuk memesan makanan (Kopi, Nasi, Mie) relatif lebih  mudah dan bisa pesan antar. Kekurangan dari lokasi Warung Makan Pemancingan tidak bisa di jangkau kendaraan roda empat hanya roda dua saja dan saat musim penghujan kondisi jalan juga akan sulit di lewati.

Spot Warung Makan Pemancingan

Umpan lumut di kota Semarang bisa di beli di sekitar Kaligawe atau bisa juga membeli di dekat waduk Jatibarang yaitu di pos ojek SMP 22 Semarang Gunungpati tepatnya di Jalan Cepoko Raya. Khusus untuk di gunug pati ini buka mulai pagi sekitar jam 7 hingga siang hari sekitar jam 12 (tergantung stock). Sebelum membeli Anda bisa mengubungi langsung penjual di nomor 0857 0218 1947. Jika Anda menunggu terlalu lama ada warung makan di sekitar pos ojek namun amat sangat tidak saya rekomerndasikan karena harga terlalu mahal istilah jawanya ngepruk terutama warung makan seberang pos ojek.


  Lokasi penjual Lumut 

Umpan lumut ini bisa juga di gunakan untuk memancing ikan bandeng. Teknik memancing adalah dengan membuat rangkaian mata pancing dengan teknik dasaran. Karena di lempar ke tengah maka lumut harus diberi garam agar lunak dan saat di lempar ke tengah tidak mudah lepas.

Beberapa teknik memancing ikan bandeng dengan lumut salah satunya adalah dengan menggunakan pelampung yang biasa di gunakan para pemancing di waduk Wonorejo Tulungagug Jawa Timur - tidak bisa di terapkan di waduk Jaribarang. Penyebabnya adalah ukuran waduk kecil dan adanya gangguan perahu speed boat yang melintas.  

Ukuran ikan Bandeng di waduk Jatibarang juga sudah lumayan besar, rata-rata yang biasa di dapatkan pemancing saat ini adalah 0,3 Kg. Sejak pertama kali bibit ikan bandeng di tebar hingga saat ini kurang lebih 1 tahun, jika sudah 2 tahun maka ukuran 1 ekor bandeng sudah bisa mencapai 1 Kg.


Umpan Mainan
Teknik ini biasa dikenal dengan casting. Untuk jenis ikan yang umumnya didapat adalah ikan Gabus dan Graskap. Ukuran ikan yang berhasil di tangkap dengan teknik ini beragam dari ukuran setengah kilo hingga 1 kg.

Waktu yang tepat untuk mancing dengan teknik casting di waduk Jatibarang adalah saat pagi hari antara jam 05.00 hingga jam 07.00. Spot yang dipilih bisa di spot Pak Juwari, di sini ada spot bekas sungai dengan lokasi spot ilalang sehingga banyak ikan Gabus mencari makan di pinggiran. 

Umpan Hidup
Umpan hidup yang bisa digunakan di waduk Jatibarang adalah Yuyu (kepiting kecil) dan ikan nila atau red devil kecil. Untuk umpan ikan kecil bisa di cari di waduk jatibarnang. Khusus untuk umpan ini hanya untuk jenis ikan Gabus saja, jika Anda sedang beruntung bisa mendapatkan ikan graskap.

Biasanya umpan hidup yang banyak di gunakan di waduk adalah cacing tanah, entah kenapa untuk umpan jenis ini sangat sulit di terapkan di waduk Jatibarang. Biasanya dengan cacing tanah (ukuran besar) sesekali jika Anda beruntung bisa mendapatkan ikan Nila dengan ukuran jumbo (diatas 5 nyari). Namun peluang ini sangat kecil sekali jadi tidak disarankan menggunakan umpan cacing.

Sesuai dengan pengalaman beberapa kawan pemancing bisa juga menggunakan umpan jangkrik dengan teknik pancing dasaran. Umpan di lempar ke tengah waduk atau sekitar 10 meter. Dengan teknik dan umpan jangkrik ini berhasil strike ikan gabus dan lele ukuran jumbo (diatas 1 kg) namun waktu memancing pada malam hari. 

Umpan Pelet
Selain lumut jenis umpan pelet populer di gunakan para pemancing di waduk Jatibarang. Untuk jenis ikan yang biasa di dapatkan adalah Bader, Melem, Sreteng. Namun dari pengalaman beberapa pemancing dengan umpan ini bisa mendapatkan ikan Patin, Graskap, Bawal dan Nila. 

Teknik memancing dengan umpan pelet adalah teknik dasaran dengan mata pancing khusus yaitu dengan model gombyok. Biasanya gombyok ini dibuat dengan maksimal 4 mata pancing dengan ukuran mata pancing 4. Bisa juga menggunakan nomor 5 atau 6. 

Dengan umpan pelet ini sesekali bisa juga mendapatkan ikan Bandeng namun dengan teknik membuat rangakaian pancing. Gombyok di letakkan paling bawah diatas gombyok di buat rangkaian mata pancing dengan jumlah 4 atau 5, untuk rangakaian pancing bisa menggunakan ukuran nomor 7. 

Ikan "Babon" Waduh Jati Barang

Belum resmi di buka setahun ikan di waduh Jati Barang sudah mulai tumbuh besar, hal ini dibuktikan dari para pemancing yang berhasil menangkap beberapa indukan atau ikan besar dari berbagai jenis mulai dari ikan emas (Carper), ikan Lele dan ikan Kutuk (Gabus). Bisa dibayangkan dalam jangka waktu lebih dari setahun jumlah ikan "Babon" akan bertambah banyak.

Waduk Jati Barang yang terletak di Goa Kreo memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan waduk lainnya di Jawa Tengah, oleh Pemerintah Kota Semarang waduk ini tidak boleh di Jala, Setrum dan aktifitas lainnya yang dapat mengurangi jumlah ikan dalam jumlah besar. Satu-satunya yang diperbolehkan adalah dengan memancing. Bagi para pemancing hal ini merupakan kabar yang menggembirakan, jumlah ikan tetap terjaga dengan baik.

Ikan Lele pada gambar dibawah ini diambil disalah satu spot waduk Jati Barang sebelah utara atau mendekati bendungan untuk menuju spot mancing ini dapat dilihat di sini. Tepat dibelakang foto ini adalah gundukan tanah yang hanya terlihat pada musim panas atau pada saat debit air menurun, namun pada saat debit air tinggi pada musim penghujan spot ini akan tertutup.


Galang Blacck Dengan Ikan Lele hasil Tangkapan 

Masih pada Spot yang sama jenis ikan Mas juga berhasil di tangkap oleh pemancing dari Semarang, Jenis ikan ini terkenal susah untuk dipancing dengan umpan hidup. Untuk teknik memancing ini menggunakan umpan mainan (Popper, Tm Frogy, Minnow Tm) sama seperti teknik mancing untuk lele pada gambar pertama. 


Terakhir yang sudah cukup familier adalah ikan Gabus (Kutuk) dengan spot yang sama. Ikan gabus ini dipancing dengan teknik mancing sama yaitu dengan umpan Kodok-kodan an. 



Anda tertarik? Silakan datang langsung ke Waduk Jatibarang kota Semarang. Gratis dan pastikan kendaraan terjaga keamanannya. Untuk spot mancing diatas hanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua hingga ke pinggir spot mancing. Jika menggunakan kendaraan roda empat ada baiknya titipkan ke bagian satpam atau rumah penduduk yang terletak di pintu masuk atau gerbang waduk Jati Barang.

Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Jatirejo

Kelurahan Jatirejo terletak di sebelah selatan Kelurahan Siwarak yang masih wilayah spot mancing Waduk Jatibarang Goa Kreo. Desa Jatirejo bisa dibilang spot paling ujung dari waduk Jatibarang karena terdapat muara aliran sungai yang merupakan sumber air diwaduk Jatibarang.

Bila dibandingkan dengan spot mancing kelurahan Siwarak spot mancing di desa Jatirejo lebih luas dan titik spot mulai dari muara sungai, tengah waduk dan tepian waduk. Sayangnya lokasi spot dari tempat jarak dari tempat parkir kendaraan menuju titk -titik spot mancing relatif lebih jauh dengan medan jalan setapak yang menurun, kurang lebih jarak dari tempat parkir ke spot sekitar 600 Meter. 

Untuk menuju spot mancing desa Jatirejo dapat arah utara setelah Goa Kreo atau pintu gerbang waduk Jatibarang lurus ke selatan sejauh kurang lebih 2 Km. tepat perempatan menuju SMP 22 atau sebelum pemancingan Ngrembel ambil jalur kanan lurus saja sejauh kurang lebih 1,5 Km setelah ketemu pertigaan yang ditengahnya ada tong ambil jalur kanan. Selanjutnya lurus setelah masuk kampung ada pertigaan ambil kiri, dari sana ikuti saja papan petunjuk yang bertuliskan lokasi mancing. Jika sampai dipertigaan perkampungan bisa ditanyakan warga kampung. Untuk lebih memudahkan bisa dilihat dipeta dibawah ini.

Peta lokasi spot mancing desa Jatirejo 

Alternatif kedua Anda bisa lewat jalur menuju spot mancing Desa Siwarak. Dari jalan raya Manyaran - Gunung pati silahkan ambil jalur spot ke desa siwarak, pertigaan pertama dari jalan raya manyaran gunug pati ambil kanan, pertigaan pertama lurus saja jika ke kanan adalah jalur menuju desa siwarak. Spot mancing desa Siwarak bisa dilihat artikelnya disini

Dari desa Jatirejo menuju tempat parkir kendaraan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalur menuju tempat parkir adalah jalan tanah, karena seringnya dilalui oleh kendaraan para pemancing pada musim penghujan seperti saat ini kondisi jalan becek dan berlumpur. Bila dibandingkan dengan jalur ke spot mancing desa Siwarak jalur ke spot mancing dari desa Jatirejo lebih enak selain jalan datar meskipun berlumpur tidak terlalu menyulitkan kendaraan bermotor.

Tempat parkir yang sediakan cukup luas dengan keamanan yang baik, sama seperti desa Siwarak untuk bekal mancing sudah disediakan warung makan yang buka hanya sampai jam 17.00. 

Rumah makan dan tempat parkir 

Spot mancing dari desa Jatirejo juga menyediakan umpan lumut, namun sayangnya saya belum bisa menemukan penjual lumut, jika Anda datang dari luar kota bisa membeli lumut ke desa Siwarak, untuk pemesanan bisa langsung menghubungi Bapak Nuri di nomor 089604544495. 

Spot Mancing Nila di Tembalang Kota Semarang

Dulunya spot mancing di Tembalang ini adalah area persawahan dan difungsikan juga untuk daerah resapan air di wilayah Tembalang. Seiring perkembangan Tembalang sebagai daerah kampus ternama yaitu Universitas Diponegoro dan dibangunnya satu universitas baru yaitu Universitas Pandanaran, areal persawahan ini berubah menjadi kubangan dengan kedalaman berkisar 1,5 M dengan area genangan yang semakin mengecil. 

Universitas Diponegoro yang pada tahun sebelum 2011 masih menempati tiga tempat yang berbeda yaitu kampus Pleburan, Kampus tembalang dan kampus Kedokteran di rumah sakit Kariyadi, pada awal tahun 2011 mulai di pindahkan secara bersama terpusat di Tembalang. Perpindahan mahasiswa dari dua tempat membawa dampak besar bagi kecamatan Tembalang atau area sekitar kampus Undip Tembalang; Perumahan, ruko dan kos-kosan mulai tumbuh pesat membawa dampak juga terhadap daerah resapan yang sekarang mulai mengecil menjadi kawasan perumahan dan kos-kosan.


Karena area genangan air ini sudah di miliki oleh pengembang perumahan secara otomatis areal persawahaan sudah berubah fungsi menjadi tanah lapang yang tetap dibiarkan oleh pihak pengembang. Oleh warga sekitar area genangan ini di tanami bibit ikan dengan maksud untuk sarana rekreasi memancing, sekian tahun dibiarkan jumlah ikan semakin lama semakin bertambah, beberapa jenis ikan khas air tawar seperti Munjair, Gabus (kutuk), Lele, Sepat tumbuh dan berkembang biak digenangan seluas kurang lebih 0.5 Hektar ini. 

Jika Anda tertarik mencoba memancing di genangan air Tembalang ini, silahkan ikuti petunjuk yang berada di peta dibawah ini.


Peta yang diberi lingkaran merah adalah lokasi spot mancing. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan dua jalur. Dari arah selatan atau banyu manik setelah jembatan tol Tembalang ambil jalur kiri ke arah kampus Undip atau Unpand, lihat tower besar sebelah kiri jalan, dari tower kurang lebih 50 M sebelah kiri jalan tepat di samping warung mie ada jalan masuk yang tidak diaspal. Sebagai pertanda sebelah kanan jalan ada bengkel las, ikuti saja jalur hingga sampai di tepi spot mancing Tembalang ini.

Dari arah utara setelah kampus Polines arah ke kampus Undip pertigaan besar depan Indomaret ambil jalur kanan (Jl. Sirojudin) ke arah kampus Unpand. Masuk dari kampus Unpand atau lurus ikuti jalur dari arah selatan.




Jika Anda tidak tahan panas, cobalah di spot mancing tepat dibawah tower, untuk menuju lokasi lihat saja tower besar yang berada tepat di pinggir jalan, untuk spot dibawah tower lokasi lebih sempit dan parkir sepeda motor juga sempit, kondisi motor tidak bisa diawasi secara langsung.

Untuk mancing di tembalang ini gunakan teknik mancing dengan umpan lumut atau cacing. Untuk lumut atur jarak antara mata pancing dengan pelambung sepanjang kurang lebih 30-50 Cm. Untuk umpan cacing gunakan teknik lempar ke tengah dengan atau tanpa pelampung. Ukuran ikan rata-rata antara 2-5 Nyari relatif lebih banyak yang 3 nyari, Jika Anda beruntung umpan cacing bisa mendapat ikan kutuk atau ikan lele.

Jalur Kedua Menuju Spot Mancing Waduk Jatibarang Dari Desa Siwarak

Pada artikel kali ini akan saya jelaskan jalur menuju Spot mancing dari desa Siwarak waduk Jatibarang. Artikel ini merupakan artikel lanjutan yang sudah saya bahas sebelumnya, namun saya akan sedikit mengulas bagian pentingnya saja. Desa atau Kelurahan Siwarak adalah desa yang letaknya sebelah selatan dari Waduk Jatibarang (Goa Kreo), Lokasi Spot ini berada di posisi tengah waduk Jatibarang. Lebih jelasnya bisa di cek disini.

Sesuai informasi dari Penjual makanan sekaligus tempat parkir yang berjualan di dekat spot mancing, kedepan spot mancing dari desa siwarak akan dikembangkan menjadi objek wisata, otomatis akses jalan dari kelurahan Siwarak menuju spot mancing akan lebih mudah tidak seperti sekarang dimana jalan berlumpur dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. 

Sesuai dengan judul artikel ini, saya akan menjelaskan jalur menuju spot mancing desa Siwarak namun jalur ini lebih enak, jalan berpaving dan mudah di lalui kendaraan bermotor. Untuk menuju spot mancing desa Siwarak melewati pintu utama waduk Jatibarang. lebih jelasnya lihat di peta dibawah ini.

Jalur menuju Spot mancing desa Siwarak 

 
Dari pintu gerbang utama waduk Jatibarang yang bersebelahan dengan pintu gerbang Goa Kreo masuk lurus sampai ketemu pintu gerbang kedua ( atau tiket masuk ke waduk) jalur yang ditempuh jalan beraspal. Selanjutnya dari pintu gerbang kedua silahkan belok kiri menempuh jalan tanah lurus mendekati perkebunan, jika sudah ketemu jalan berpaving ambil kanan atau jalan menanjak, ikuti saja jalur tersebut higga sampai diujung jalan paving. Jalur ini hanya bisa dilalui satu kendaraan atau sepeda motor. 

Pintu gerbang pertama menuju waduk Jatibarang

Sampai disini Anda sudah berada dekat di warung makan atau tempat parkir lebih tepatnya berada di tengah perkebunan warga. Untuk menuju tempat parkir sepeda motor silahkan ambil kiri lewati jalan tanah setapak, kurang lebih 20 meter akan ditemui jalan besar yang merupakan jalur dari desa Siwarak, ambil kanan turun kurang lebih 30 Meter Anda akan sampai di warung makan dan tempat parkir.


Pemancing di spot desa Siwarak waduk Jatibarang

keuntungan mancing dari desa siwarak adalah tersedianya umpan lumut dan cacing. Untuk umpan cacing memang tidak disediakan namun oleh penjaga parkir yang merangkap berjualan nasi bisa dicarikan. Untuk membeli lumut silahkan kontak Bapak Nuri di nomor 089604544495. Untuk menanyakan lokasi spot mancing bisa menghubungi Bapak Juwari (pemilki warung) di nomor 089613726013.

Teknik Mancing Berendam di Air Tawar

Jika Anda terbiasa mancing di waduk seperti diwaduk Kedung Ombo, Waduk Bade, Waduk Gajah Mungkur teknik mancing dengan berendam sudah sering Anda lihat, namun untuk Anda yang terbiasa mancing di rawa teknik ini hampir jarang atau tidak pernah Anda temui. Teknik ini juga sudah umum dilakukan di pinggir pantai, untuk Anda yang penasaran dengan teknik mancing berendam terutama di ait tawar dan ingin mencoba berikut ini kami ulas penjelasannya.

Kenapa teknik mancing berendam hanya biasa dilakukan di waduk tentu saja karena alasan kedalaman waduk dan struktur tanah di dasar waduk yang mudah di ketahui. Rawa pada umunya adalah tanah yang memiliki struktur tidak rata, tidak hanya itu tanah endapan dari lumpur yang sudah bertahun-tahun tentu saja akan menyulitkan para pemancing untuk mengetahui kedalaman dari dasar waduk. Berbeda dengan waduk dimana biasanya adalah tanah sawah atau perkebunan yang untuk keperluan tertentu seperti irigasi sehingga berubah fungsi menjadi genangan air. Tanah di dasar waduk pada umumnya lebih solid dan memudahkan pemancing untuk menginjakkan kaki ditanah.

Pada umunya mancing teknik berendam ini menggunakan pelampung dengan umpan lumut, target ikan yang dicari ikan Munjair atau Nila. Namun jika Anda berkunjung di waduk Jatibarang yang ada di kota Semarang jenis umpan yang digunakan tidak hanya lumut, ada juga cacing merah kecil dengan target yang sama yaitu Munjair. 

Pemancing dengan teknik berendam. 

Untuk Anda yang ingin mencoba teknik ini, berikut ini peralatan dan hal penting yang Anda harus ketahui. 
  • Gunakan penutup kepala; bisa menggunakan caping, topi. Berendam di air dengan terik matarhari lagsung mengenai kepala tentu saja bisa mengakibatkan kepala pusing, apalagi jika pada musim puncak kemarau dengan intensitas sinar matahari yang tinggi.
  • Gunakan penutup wajah; jika wajah tidak ingin menjadi gosong, penutup wajah seperti masker mutlak diperlukan, namun jika Anda tidak nyaman dengan penutup wajah abaikan saja
  • Gunakan joran pancing dengan panjang antara 4-6 M, karena joran tidak akan pernah lepas dari tangan sebaiknya pilih joran pancing dari karbon yang memiliki ukuran ringgan.
  • Gunakan Kayu atau Cengkek untuk meletakkan ikan hasil pancingan, jika kondisi sekitar relatif aman, simpan baju bersih di tepi waduk, jangan di bawa pada saat menjeburkan diri ke air, resiko basah akan lebih besar.
  • Pastikan kondisi fisik prima, memancing dengan berdiri berjam-jam tentu saja membutuhkan stamina yang bagus. 
Ilustrasi memancing dengan teknik berendam 

Jika Anda pemula dan tidak mengenal medan sekitar tempat mancing pastikan bertanya terlebih dahulu dengan warga sekitar waduk kedalaman tepian waduk atau hal lain, ini untuk menghindari jika Anda tidak pandai berenang. Sebagai contoh beberapa spot waduk di Kedung Ombo dulunya bekas desa dimana bekas rumah, bekas makam, bekas sumur masih ada dan dalam kondisi yang sama. Sopan santun dan norma tentu saja perlu dijaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Presenter Cantik dan Sexy Acara Mata Mancing

Dunia mancing yang identik dengan dunia laki-laki saat ini sedang menjadi acara favorit dibeberapa stasiun televisi, salah satu stasiun televisi yang sudah lama menampilkan acara mancing seperti Trans7 dengan 'Mancing Mania' tetap menghadirkan presenter laki-laki untuk selalu menghadirkan nuansa mancing dimana identik dengan dunia laki-laki. Bersaing dengan 'Mancing Mania' stasiun televis MNC TV menghadirkan beberapa presenter cantik dan seksi untuk menarik penonton yang mayoritas laki-laki dengan acara 'Mata Pancing'.

Meskipun nuansa dan aura mancing tidak begitu terasa dari presenter perempuan hal ini tidak menyurutkan MNC TV untuk tetap menghadirkan presenter perempuan di acara yang tayang tiap hari Sabtu Minggu pagi ini. Beberapa presenter 'Mata Pancing' bergantian dari waktu kewaktu, siapa saja para presenter cantik Mata Pancing berikut kami hadirkan untuk Anda para penggemar acara 'Mata Pancing'.

Jessika Andini 
Presenter cantik berwajah indo ini memiliki darah Indonesia Jerman kelahiran Medan 10 September 1987. Selain menjadi presenter, artis seksi yang menguasai beberapa bahasa asing seperti Jerman, Inggris, Jepang juga seorang Penyanyi yang sempat mengisi acara di 'Sedap Malam' RCTI. Jessica juga tercatat sebagai seorang model disebuah majalah dewasa MALE, bakat model yang dimiliki sudah didapat sejak kecil semenjak kelas 5 sekolah dasar namun dunia model mulai di seriusi semenjak tinggal di kota Yogjakarta.

Jessika Andini di majalah Male 

Jessika Andini  @JessikaAndini


Jessika Andini di acara @pancing_mnctv

Menjadi presenter bukan hal baru bagi perempuan yang hobi main Games ini, selain menjadi presenter Mata Pancing Jessika tercatat pernah menjadi beberapa presenter ‘Jelajah Dunia’ di stasiun TVRI dan ‘Sport High Life’ di Indosiar. 

Jika Anda ingin berkomunikasi dengan Jessika Iskandar dapat mengontak di twitter dengan akun @JessikaAndini, penasaran dengan aksi menyanyi dari perempuan bertato bunga di tangan ini, silahkan lihat videonya di bawah ini.



Tyra Lundy
Tyra memang sudah akrab dengan dunia presenter, tercataa nama nya sering menjadi beberapa presenter stasiun televisi diantaranya 'Field Rep ISL' di ANTV acara sepeda 'Gowes' distasiun televisi yang sama serta 'Mata Pancing' di MNC TV.  

Selain menjadi presenter Tyra juga mejalani profesi lain sebagai foto model, model dan seorang MC. Untuk berkomunikasi dengan Tyra silahkan follow akun twitternya di @TyraLundy.




Kiki Mustika
Nama artis yang satu ini sudah cukup sering di dengar karena selain menjadi presenter, Kiki Mustika juag seorang pemain film 'Unlimited Love' yang tayang di bisokop pada 27 November 2007. Dalam film ini Kiki berperan sebagai seorang jurnalis.

Ibu dari satu anak ini selain menjadi Presenter, pemain film juga seorang pengusaha, berbagai usaha dari minuaman sampai jual beli handphone dijalaninya. Kiki juga tercatat sebagai seorang MC diberbagai acara televisi terutama di MNC TV. Untuk berkomunikasi dengan Kiki bisa mengontak di akun Twitter di @KikiMustika.